Paket Tour ke Korea Selatan 6 Hari 5 Malam September / Musim Gugur (Autumn)
Musim gugur selalu menjadi favorit banyak orang. Apalagi musim gugur di Korea Selatan, memberikan sebuah nuansa yang berbeda. Saat pohon maple berubah warna dari yang tadinya hijau berubah menjadi kuning hingga ke merah. Suasana yang bisa dibilang romantis. Maka tak heran, jika banyak orang yang berdatangan ke Korea di musim gugur ini. Bersama Paket Tour ke Korea Selatan 6 Hari 5 Malam September / Musim Gugur (Autumn) ini, kami akan mengajak anda untuk berkelilig Korea Selatan untuk menikmati indahnya pepohonan dengan dedaunan yang berwarna-warni ini. Kita juga akan mengunjungi tempat wisata terbaik dimana kita juga bisa belajar tentang budaya Korea. Segera booking tiketnya dan nikmati obyek wisata menarik di Korea bersama team tourkekorea.net dengan paket tour ke Korea autumn musim gugur! Dan kami juga punya banyak pilihan paket tour ke Korea Selatan bulan September : Paket Tour Korea Selatan September.
Musim gugur di Korea Selatan bukan sekadar tentang perubahan suhu, melainkan transformasi total pemandangan alam menjadi palet warna emas, oranye, dan kemerahan. Bagi Anda yang merencanakan pelarian dari Jakarta ke Negeri Ginseng, awal September adalah waktu transisi yang sempurna—di mana udara mulai sejuk namun matahari masih memberikan pencahayaan alami yang indah untuk fotografi.
Dapatkan Jadwal Paket Tour ke Korea 2024 Terupdate
Ada pemberangkatan setiap bulannya, Hanya di TourkeKorea.net
>> Jadwal Paket Tour ke Korea 2024 <<
Ingin berangkat sendiri dengan Keluarga atau Rombongan?
Yuk tentukan rute perjalanan anda sendiri. Lama liburan dan jadwal pemberangkatannya sendiri.
Dapatkan Informasi Private Tour ke Korea, Hanya di TourkeKorea.net
>> Private Tour ke Korea <<
>> Sewa Mobil dan Bus di Korea <<
Perjalanan ini dirancang untuk membawa Anda menjelajahi dua kota terbesar, Seoul dan Busan, dengan perpaduan antara warisan sejarah Dinasti Joseon, keajaiban alam di Pulau Nami, hingga modernitas pesisir pantai di Busan.
Rencana Perjalanan Detail (Itinerary)
Berikut adalah urutan perjalanan yang disusun secara logis untuk memaksimalkan waktu Anda tanpa merasa terburu-buru.
Hari 1: Kedatangan & Eksplorasi Malam Myeongdong
| Slot Waktu | Aktivitas | Detail & Catatan |
| 08:00–14:30 | Transportasi | Penerbangan internasional Jakarta ke Incheon (Transit). |
| 14:30–16:00 | Transportasi | Airport Limousine Bus ke Hotel Skypark Myeongdong III. |
| 16:00–17:00 | Akomodasi | Check-in hotel dan istirahat sejenak untuk adaptasi. |
| 17:00–18:30 | Kuliner | Makan malam di Myeongdong Kyoja (Mie Kalguksu legendaris). |
| 18:30–21:00 | Wisata | Eksplorasi Pasar Malam Myeongdong & belanja kosmetik. |
Hari 2: Budaya Tradisional & Aliran Sungai Kota
| Slot Waktu | Aktivitas | Detail & Catatan |
| 09:00–12:30 | Wisata | Istana Gyeongbokgung & Upacara Pergantian Penjaga Kerajaan. |
| 12:30–14:15 | Wisata | Berjalan kaki menjelajahi Desa Bukchon Hanok. |
| 14:25–16:30 | Wisata | Belanja souvenir budaya dan barang antik di Insadong. |
| 16:30–17:00 | Kuliner | Menikmati teh tradisional di Namusae Tea House. |
| 17:20–19:20 | Wisata | Jalan santai di Cheonggyecheon Stream dengan lampu malam. |
Hari 3: Romansa Musim Gugur & Seni di Gapyeong
| Slot Waktu | Aktivitas | Detail & Catatan |
| 08:00–10:00 | Transportasi | Kereta ITX dari Seoul menuju Stasiun Gapyeong. |
| 10:00–12:30 | Wisata | Eksplorasi Nami Island (Spot foto “Winter Sonata”). |
| 12:30–13:30 | Kuliner | Makan siang sup hangat di dekat dermaga feri. |
| 13:30–15:30 | Wisata | Mengunjungi Petite France (Desa tematik bergaya Prancis). |
| 16:00–18:00 | Transportasi | Kembali ke Seoul menggunakan kereta ITX. |
| 18:00–21:00 | Wisata | Makan malam dan menikmati suasana muda di area Hongdae. |
Hari 4: Menuju Pesisir Selatan (Busan)
| Slot Waktu | Aktivitas | Detail & Catatan |
| 08:30–11:00 | Transportasi | Naik Kereta Cepat KTX dari Stasiun Seoul ke Busan. |
| 11:30–12:00 | Akomodasi | Check-in di Ramada Encore by Wyndham Haeundae. |
| 13:00–14:30 | Wisata | Mengunjungi Haedong Yonggungsa (Kuil di tepi tebing laut). |
| 14:30–16:30 | Wisata | Bersantai di Pantai Haeundae yang ikonik. |
| 17:30–20:30 | Kuliner | Makan malam seafood segar di Pasar Ikan Jagalchi. |
Hari 5: Desa Seni & Gemerlap Jembatan Gantung
| Slot Waktu | Aktivitas | Detail & Catatan |
| 09:00–11:30 | Wisata | Menjelajahi mural di Gamcheon Culture Village. |
| 12:00–14:30 | Wisata | Belanja di Shinsegae Centum City (Mal terbesar dunia). |
| 15:00–17:00 | Wisata | Duduk santai di kafe pinggir pantai dekat Jembatan Gwangan. |
| 17:00–19:30 | Kuliner | Makan malam dengan pemandangan laut dan Jembatan Gwangan. |
| 19:30–21:00 | Wisata | Menyaksikan pertunjukan drone/lampu di Jembatan Gwangan. |
Hari 6: Persiapan Kepulangan
| Slot Waktu | Aktivitas | Detail & Catatan |
| 08:00–09:00 | Belanja | Beli oleh-oleh terakhir di minimarket (Gim, Kimchi, Snack). |
| 09:15–10:00 | Transportasi | Menuju Bandara Internasional Gimhae (Bus Limousine). |
| 12:00–20:00 | Transportasi | Boarding dan penerbangan pulang menuju Jakarta. |
Pre-Trip Preparation & Recommendations
ersiapan & Pemesanan
- Penerbangan & Visa:
- Pastikan visa Korea telah diajukan (visa turis umumnya 90 hari sebelum keberangkatan).
- Pesan tiket penerbangan pulang-pergi secepatnya untuk mendapatkan harga terbaik.
- Transportasi Dalam Kota:
- Beli kartu T-money di bandara (harga: 4.000 KRW + isi ulang minimal 10.000 KRW) untuk metro dan bus.
- Akun Digital:
- Unduh aplikasi Naver Maps (lebih akurat daripada Google Maps di Korea), KakaoMetro, dan translator offline.
Saran Pakaian
- Musim Gugur (September): Cuaca sejuk (15–25°C), kadang hujan ringan.
- Bawa jaket tipis, sweater, payung lipat, dan pakaian lapis (layering).
- Sepatu nyaman sangat penting untuk banyak berjalan.
Barang yang Harus Dibawa
- Adaptor listrik (tipe C/F, 220V)
- Power bank
- Masker wajah (masih umum digunakan)
- Obat pribadi dan P3K dasar
- Botol air isi ulang
- Kartu kredit & uang tunai (WON)
Catatan Penting
- Bahasa: Bahasa Inggris terbatas di tempat umum. Gunakan aplikasi terjemahan saat berbicara dengan petugas.
- Etika Budaya:
- Jangan tunjuk orang dengan jari telunjuk.
- Lepaskan sepatu saat masuk rumah atau kuil tertentu.
- Saat memberi/menerima barang, gunakan dua tangan sebagai tanda hormat.
- Festival Musiman:
- Jika tanggal kunjungan sesuai, cek apakah Andong Mask Dance Festival atau Jeju Chrysanthemum Festival sedang berlangsung.
Trip Overview
- Durasi Perjalanan: 6 hari 5 malam
- Tanggal Mulai & Akhir: 1 – 6 September (Rekomendasi Waktu Terbaik)
- Destinasi Utama:
- Seoul: Myeongdong, Istana Gyeongbokgung, Bukchon Hanok, Insadong, Cheonggyecheon
- Nami Island & Petite France (perjalanan sehari dari Seoul)
- Busan: Haedong Yonggungsa, Haeundae Beach, Pasar Jagalchi, Gamcheon Culture Village, Gwangan Bridge
Deskripsi Destinasi Wisata
Myeongdong
Myeongdong adalah kawasan perbelanjaan dan kuliner paling populer di Seoul, terkenal dengan deretan toko kosmetik Korea, fashion, dan street food yang menggugah selera. Di malam hari, area ini menjadi sangat ramai dengan lampu neon dan pedagang kaki lima yang menawarkan tteokbokki, hotteok, dan odeng. Lokasinya strategis di pusat kota, mudah dijangkau dari berbagai akomodasi dan stasiun metro. Selain belanja, Myeongdong juga menjadi tempat favorit untuk mencoba skincare dan makeup secara gratis di toko-toko besar seperti Innisfree atau Etude House.
Seperti apa keseruannya? Simak disini yuk Myeongdong Street, Distrik Belanja Sekaligus Tempat Wisata di Seoul.
Istana Gyeongbokgung
Istana Gyeongbokgung adalah istana utama Dinasti Joseon dan simbol sejarah Korea yang megah, dibangun pada tahun 1395. Kompleksnya luas dengan bangunan tradisional, taman, dan museum Nasional Rakyat Korea di sebelahnya. Pengunjung bisa menyaksikan upacara pergantian penjaga kerajaan setiap jam 10:00 dan 14:00 di Gerbang Gwanghwamun. Memakai hanbok (pakaian tradisional Korea) memberi akses masuk gratis dan pengalaman budaya yang lebih autentik.
Untuk ulasan lebih lengkap tentang Gyeongbokgung Palace, silakan kunjungi Gyeongbokgung Palace.
Desa Bukchon Hanok
Bukchon Hanok Village adalah permukiman tradisional yang mempertahankan ratusan rumah hanok berusia ratusan tahun di antara gedung modern Seoul. Desa ini terletak di antara Istana Gyeongbokgung dan Kuil Jogyesa, menjadikannya lokasi ideal untuk foto-foto bernuansa sejarah. Jalanan sempitnya menawarkan pemandangan atap genteng melengkung dan halaman kecil yang asri. Meski banyak rumah masih ditinggali warga, beberapa telah diubah menjadi galeri seni, kafe, atau penginapan budaya.
Nikmati keliling Bukchon Hanok Village dengan becak, baca di sini: Bukchon Hanok Village, Desa Tradisional Korea di Tengah Kota Modern Seoul
Insadong
Insadong adalah jantung budaya tradisional Seoul, dipenuhi toko barang antik, kerajinan tangan, teh Korea, dan suvenir unik seperti kipas, kaligrafi, dan hanji (kertas tradisional). Jalan utamanya, Ssamziegil, adalah pusat perbelanjaan bertingkat dengan desain spiral yang menarik bagi pecinta seni. Banyak kafe tradisional di sini menawarkan pengalaman minum teh dalam cangkir keramik buatan lokal. Kawasan ini tenang di siang hari namun tetap hidup hingga malam, cocok untuk semua jenis traveler.
Cheonggyecheon Stream
Cheonggyecheon adalah sungai buatan sepanjang 5,8 km yang mengalir di tengah kota Seoul, hasil restorasi dari saluran air bawah tanah yang dulunya tercemar. Tepiannya dipenuhi jalur pejalan kaki, instalasi seni, dan lampu hias yang menyala saat senja. Tempat ini sangat populer untuk jalan santai, terutama saat musim gugur ketika angin sepoi-sepoi dan daun mulai berubah warna. Aksesnya mudah dari Myeongdong atau Dongdaemun, menjadikannya pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota.
Bagaimana susasana duduk-duduk di sepanjang Cheongyecheon, ditemani semilir angin plus gemericik air? Tengok di Cheonggyecheon Stream, Sisi Lain dari Seoul.
Nami Island
Nami Island adalah pulau kecil di Sungai Han yang terkenal berkat drama Korea “Winter Sonata”, kini menjadi destinasi alam dan seni yang indah. Pulau ini dipenuhi pepohonan tinggi—termasuk metasequoia dan ginkgo—yang berubah warna menjadi emas dan merah di musim gugur. Pengunjung bisa bersepeda, berjalan kaki, atau sekadar duduk di bangku kayu sambil menikmati pemandangan danau. Feri kecil membawa tamu dari daratan, dan tiket masuk sudah termasuk biaya transportasi tersebut.
Masih banyak keindahan lainnya di Nami Island, dan semuanya bisa ditemukan di Nami Island Korea Selatan, Pulau Wisata Indah Nan Romantis di Seoul.
Petite France
Petite France adalah desa bergaya Prancis yang dibangun di lereng bukit Gapyeong, menampilkan rumah-rumah warna-warni, taman bunga, dan patung tokoh dongeng. Terinspirasi oleh karya penulis Prancis Antoine de Saint-Exupéry, tempat ini menggabungkan seni, budaya, dan arsitektur Eropa dalam suasana Korea. Ada pertunjukan boneka, galeri mini, dan bahkan penginapan bergaya hostel Prancis. Cocok untuk keluarga, pasangan, atau fotografer yang ingin nuansa ceria dan imajinatif.
Cari tau cara menjelajahi Petite France Korea Selatan dalam sehari di Petite France, Wisata Negeri Dongeng Ala Perancis di Korea Selatan.
Haedong Yonggungsa Temple
Haedong Yonggungsa adalah satu-satunya kuil Buddha di Korea yang dibangun tepat di tepi laut, terletak di tebing timur Busan. Kuil ini didirikan pada abad ke-14 dan dipercaya sebagai tempat doa untuk keselamatan dan kesehatan. Jalur masuknya dihiasi patung naga, lentera batu, dan tangga panjang yang memberi nuansa spiritual mendalam. Suara ombak dan pemandangan laut lepas membuat kunjungan ke sini terasa damai dan reflektif.
Pantai Haeundae
Haeundae adalah pantai paling terkenal di Korea Selatan, terletak di jantung kota Busan dengan latar belakang gedung pencakar langit. Pasirnya lembut dan airnya jernih, menjadikannya tempat ideal untuk bersantai, berenang, atau sekadar menikmati matahari terbenam. Di sepanjang promenade, terdapat kafe, restoran seafood, dan toko suvenir yang buka hingga larut. Meski ramai di musim panas, bulan September menawarkan suasana tenang dan nyaman untuk jalan-jalan sore.
Keindahan lain dari Haeundae Beach, dapat ditemukan di Pantai Haeundae Busan, Destinasi Wisata Terpopuler Musim Panas di Korea Selatan.
Pasar Jagalchi
Jagalchi adalah pasar ikan segar terbesar dan tertua di Korea, terletak di dekat pelabuhan Busan. Lantai pertama menjual ikan, kepiting, gurita, dan kerang hidup, sementara lantai dua memiliki restoran yang langsung memasak pesanan Anda. Ini adalah tempat terbaik untuk mencicipi hidangan laut mentah (hoe) atau sup seafood pedas yang autentik. Meski aromanya cukup kuat, pengalaman kuliner di sini sangat mencerminkan kehidupan pesisir Busan yang sebenarnya.
Anda penggemar seafood? jangan lupa mampir kesini : Pasar Jagalchi Busan, Pasar Bagi Penggemar Seafood di Korea Selatan.
Gamcheon Culture Village
Gamcheon Culture Village adalah desa seni berwarna-warni yang dibangun di lereng bukit di Busan, awalnya merupakan pemukiman pengungsi Perang Korea. Kini, rumah-rumahnya dihiasi mural, patung lucu, dan instalasi seni interaktif yang mengundang wisatawan untuk berfoto. Jalur eksplorasinya mengikuti nomor urut, dimulai dari spot populer patung “Pangeran Kecil” hingga pemandangan kota dari ketinggian. Tempat ini menawarkan nuansa ceria yang sangat kontras dengan sejarah kelam masa lalunya.
Warna warninya memikat siapa saja yang berkunjung disana : Gamcheon Culture Village Busan, Desa Warna-Warni di Korea Selatan.
Shinsegae Centum City
Shinsegae Centum City di Busan adalah pusat perbelanjaan terbesar di dunia menurut Guinness World Records, menawarkan segala sesuatu dari fashion mewah hingga supermarket lokal. Di dalamnya terdapat spa tradisional terbesar (Spa Land), bioskop IMAX, dan food court dengan ratusan pilihan makanan. Lantai atasnya menampilkan merek Korea premium dan butik independen yang jarang ditemukan di tempat lain. Selain belanja, tempat ini juga menjadi destinasi rekreasi lengkap untuk keluarga maupun pelancong mandiri.
Gwangan Bridge
Gwangan Bridge adalah jembatan gantung ikonik di Busan yang membentang di atas Teluk Gwangan, dikenal karena pertunjukan lampu spektakuler di malam hari. Di bawah jembatan, terdapat kafe, restoran, dan jalur pejalan kaki yang populer untuk menikmati angin laut. Saat musim gugur, langit senja dan siluet jembatan menciptakan latar belakang foto yang sangat dramatis. Pada malam-malam tertentu, pertunjukan drone atau musik sering diadakan di area pantai sekitarnya.
Jembatan laut terbesar di Korea ini memang menawan, bagaimana bentuknya? Langsung lihat yuk disini : Gwangan Bridge Busan, Jembatan Di Atas Laut Terbesar di Korea Selatan.

