Gwongeumseong Fortress, Salah Satu Puncak Mt. Seorak Korea Selatan

Gwongeumseong Fortress, Salah Satu Puncak Mt. Seorak Korea Selatan

By

Gwongeumseong Fortress, Salah Satu Puncak Mt. Seorak Korea Selatan

Gwongeumseong Fortress, Salah Satu Puncak Mt. Seorak Korea Selatan
Gwongeumseong Fortress

Negeri Gingseng ini memang memiliki segudang tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya Gwongeumseong Fortress, dimana kita bisa menikmati pemandangan alam sekaligus belajar tentang budaya. Gwongeumseong Fortress adalah salah satu puncak Mount Seorak. Untuk menuju ke Gwongeumseong Fortress kita bisa menggunakan Cable Car dengan membeli tiket seharga KRW 9000.

Saat tiba di pemberhentian cable car, kita langsung bisa menikmati pemandangan yang sayang untuk dilewatkan atau juag bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak dengan berjalan kaki sekitar 10-20 menit. Gwongeumseong memliki ketinggian 1.200 mdpl. Dan dari ketinggian 1.200 mdpl ini, kita bisa melihat indahnya hamparan bukit, hutan juga tebing-tebing batu di sekitarnya. Sebagian tebing yang berwarna pucat menghijau karena tertutup perdu. Yang tak kalah indahnya, Cheonbuldong Valley yang dipenuhi batu-batu putih tampak berkelok-kelok membelah kawasan Seoraksan. Di kejauhan juga nampak terlihat kota Sokcho dan Laut Timur (Laut Jepang). Pepohonan juga tak mau kalah, mereka akan memberikan kesan tersendiri disetiap musimnya, salah satunya akan berwarna kuning dan merah saat musim gugur.

Apa itu Gwongeumseong Fortress?

Gwongeumseong Fortress adalah warisan situs bersejarah yang asalnya dari reruntuhan kastil yang letaknya berada di Gunung Seoraksan. Konon, Gwongeumseong Fortress ini dibangun oleh seorang Raja Kerajaan Goryeo tepatnya raja ke-23. Raja ini berkuasa sekitar periode tahun 918 sampai dengan 1392. Gwongeumseong Fortress juga dikenal sebagai mt. onggeumsan castle, atau toto castle (ada di kaki gunung dolsan di wilayah seoraksan sogongwon). Tak hanya itu Gwongeumseong Fortress juga disebut sebagai kerajaan gwon-kim. Menurut sejarah, dulu terdapat dua jenderal bernama kim dan gwon, yang membangun kastil untuk menghindari perang.

Untuk menuju Gwongeumseong Fortress bisa dengan berjalan kaki, akan tetapi membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan melewati jalan bebatuan dna juga jalanan yang curam. Jalanan ini berada di sisi kiri sogongwon, setelah jembatan biryonggyo diatas jurang. Jika tak ingin berjalan kaki, sudah disediakan cable car yang beroperasi mulai pukul 06.30 waktu setempat. Cable Car ini dibangun pada tahun 1071 oleh Dr. Gi-sup. Adapun kereta akan datang setiap 7 menit sekali, sehingga pastikan untuk datang tepat waktu agar tidak ketinggalan kereta untuk menikmati keindahan Kastil Gwongeumseong Fortress.

Wisata Gwongeumseong Fortress Menggunakan Cable Car
Cable Car

Apa Yang Ditawarkan Oleh Gwongeumseong Fortress?

Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti apakah Gwongeumseong Fortress ini? Apakah tempat ini indah? Wisata apa saja yang disediakan? Gwongeumseong Fortress yang merupakan sebuah kastil ini memiliki segudang keunikan dan keindahan, apalagi letaknya yang berada di ketinggian 1.200 mdpl. Jika dilihat dari ketinggiannya, tentunya tempat ini sangat tinggi dan termasuk wilayah pergunungan.

  • Hamparan Hutan dan Keindahan Alam

Di Gwongeumseong Fortress, kita bisa melihat dan menikmati keindahan alam yang sangat luar biasa yang dijamin akan memanjakan mata. Kita juga bisa menikmati indahnya hamparan hutan yang sangat mempesona. Selain itu, kita juga bisa melihat indahnya perbukitan dan juga tebing-tebing batu yang menghiasi alam sekitar. Bahkan, yang lebih mempesona lagi, kita bisa melihat indahnya laut Jepang dan Kota Socko dari kejauhan di Gwongeumseong Fortress ini. Apalagi dengan keindahan hamparan hutan yang sangat indah dengan warna daun yang berwarna-warni ketika pergantian musim tiba. Wow, bukankah itu merupakan pemandangan alam yang tak biasa kita nikmati. Ditambah lagi dengan warna tebing yang putih pucat semakin menambah suasana keromantisan yang ditawarkan oleh tempat wisata Korea Selatan di Gwongeumseong Fortress ini. Karena tempat ini terdiri dari wilayah tebing dan bebatuan, sepertinya kita perlu berhati-hati. Sebab bebatuan yang ada di tempat ini agak licin dan tidak ada pagar pembatasnya.

Apa itu Gwongeumseong Fortress
Gwongeumseong Fortress
  • The Great Budha

Selain bisa melihat dan menikmati keindahan hamparan hutan dan tebing batu, kita juga bisa masuk ke The Great Budha. Sebelum memasuki lokasi ini, kita akan disuguhkan dengan sebuah gapura yang terdiri dari dua gapura dimana jarak masing-masing gapura adalah 70 meter. Gapura ini akan sangat cantik dan eksotik karena ketinggiannya mencapai 6 meter. Gapura ini juga sangat indah, sebab dibuat dengan menggunakan teknik Dacheong. Teknik Dacheong merupakan sebuah teknik menggambar atau melukis dengan menggunakan pola-pola yang sulit. Hal inilah yang membuat gapura ini terlihat sangat mewah dan indah. Untuk teknik pelukisan dekorasi ini biasanya menggunakan warna-warna seperti hijau, hitam, biru, putih, merah dan juga kuning. Selain itu, kita juga bisa menyaksikan indahnya Pohon Sakura yang akan menyambut kedatangan kita di Gwongeumseong Fortress. Pohon ini sebenarnya berfungsi untuk menyejukkan para pejalan kaki dan juga digunakan sebagai pembatas antara akses pejalan kaki dengan taman.

  • Taman

Tak berhenti juga bisa menikmati suasana taman yang sangat cantik dan menenangkan. Lokasi taman ini tidak jauh dari gapura ke dua di The Great Budha. Di taman ini Anda bisa menemukan berbagai jenis tanaman dan pepohonan yang cantik dan memanjakan mata. Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh taman ini yaitu bentuknya seperti taman-taman ibadah di Tiongkok namun di dekorasi ulang menjadi sebuah taman khas Korea. Taman ini dibuat lebih sederhana, alami dan tanpa unsur paksaan. Sehingga nilai keharmonisan yang terpancarkan semakin sempurna.

  • Patung Beruang

Di taman yang tak jauh dari gapura ke dua di The Great Budha, kita bisa menyaksikan sebuah patung beruang dimana patung ini ternyata sangat dimuliakan oleh masyarakat Korea. Ini karena, ada sebuah cerita di balik adanya patung beruang yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai anak tuhan yang ingin berubah menjadi manusia. Penasaran dengan cerita ini? Oleh sebab itu datanglah ke tempat wisata Korea di Gwongeumseong Fortress.

Patung Beruang di Gwongeumseong Fortress
Patung Beruang di Gwongeumseong Fortress
  • Patung Budha

Di tempat ini, kita juga bisa melihat patung Budha yang besar dimana jaraknya tidak jauh dari gapura kedua di Gwongeumseong Fortress. Pada bagian pelataran patung Budha, kitaAnda bisa menemukan lempengan-lempengan berupa genteng berwarna hitam. Pada lempengan tersebut, terdapat sebuah tulisan dengan menggunakan aksara Hageul dimana isinya adalah permohonan-permohonan. Tahukah kamu, jika permohonan ini ditulis oleh para wisatawan yang datang. Konon katanya, harapan yang ditulis di genteng hitam ini akan terwujud lo. So, bagi yang percaya, juga bisa ikut menulis harapan kamu di atas genteng hitam ini. Hal yang menarik dari patung Budha ini adalah bahan dasar pembuatannya. Percaya tidak percaya, ternyata patung ini dibuat dengan menggunakan bahan emas perunggu sebanyak 108 ton. Patung ini disebut dengan Tongil Daebul dimana posisi patungnya berada pada posisi duduk. Patung ini juga menjadi tanda sebagai penyatu rakyat Korea.

Video Gwongeumseong Fortress

Grand Bronze Buddha Korea di Shinheungsa Temple

Tak jauh dari pintu masuk terdapat pelataran, tempat berdirinya The Great Buddha, sebuah patung Buddha berukuran besar, setinggi 18 meter. Patung bronze yang dibangun sekitar abad 18 ini juga dikenal dengan sebutan Tongil Daebul. Beberapa wisatawan tampak melakukan ritual penghormatan di hadapannya. Sedangkan di kaki pelataran patung terdapat deretan lempengan serupa genteng berwarna hitam. Pada lempengan-lempengan ini tampak tulisan putih dalam aksara hangeul. Rupanya, ini merupakan permohonan dan harapan-harapan yang ditulis oleh para wisatawan. Pada saat Korea Utara dan Korea Selatan masih bersatu, kawasan Seoraksan merupakan bagian dari salah satu provinsi. Sejak 1945, provinsi ini terpisahkan menjadi dua provinsi dari dua negara yang berbeda. Sehingga saat ini, Tongil Daebul dianggap sebagai simbol harapan akan perdamaian dan bersatunya Korea.

Grand Bronze Buddha Korea di Shinheungsa Temple
Grand Bronze Buddha Korea di Shinheungsa Temple

The Great Unification Buddha sebuah bangunan 14,6 meter, berbahan 108 ton campuran emas dan perunggu. Patung budha ini duduk di atas alas dengan tinggi alas 4,3 meter dari bahan yang sama. Sehingga tinggi total The Gret Unification Buddha adalah 18,9 meter. Dahi Tongil Daebul dihiasi oleh delapan batu 8 cm dari damar dengan satu bagian dari batu giok di tengah dengan diameter 10 cm.Tongil Daebul duduk dengan kaki disilangkan dan mata setengah tertutup dalam meditasi, bibirnya memeperlihatkan senyuman. Sebuah jubah dengan lipatan lembut, tersingkap di bahu kanan, jubah tubuh Buddha yang kuat. Tangn Tongil Daebul diposisikan dalam mudra yang melambangkan “yang tercerahkan”.

Shinheungsa Temple & Gwongeumseong Fortress Landmark dari Mt. Seorak

Selain Gwongeumseong Fortress, Shinheungsa Temple juga terkenal bagi para wisatawan yang mengunjungi Taman Seoraksan. Shinheungsa Temple adalah head temple dari Orde Jogye Buddhisme Korea. Sinheungsa terletak di Taman Nasional Seoraksan, dan banyak turis mendaki Seoraksan hingga Ulsanbawi (puncak) melewati kuil di jalan. Kuil-kuil lain dengan nama Sinheungsa terletak di Seoul, Samcheok dan Icheon. Salah satu trek yang ada merupakan jalan menuju Sinheungsa Temple. Ini merupakan kompleks kuil tua Buddha yang dibangun pertama kali sekitar abad ke-7 oleh seorang biksu bernama Jajangyulsa. Grand Bronze Buddha berada di kuil ini.

Melihat Grand Bronze Budha di Sinheungsa Temple
Sinheungsa Temple di seoraksan national park

Arsitektur bangunan kuil tampak indah, selaras dengan alam di sekitarnya, yang berbukit-bukit hijau. Bagian atas atap bangunan yang ada di sini didominasi warna biru, sedangkan konstruksi bangunan banyak menggunakan warna merah kecoklatan. Ukiran detail berwarna-warni yang terpahat pada konstruksi atap kayu dan pilar-pilarnya, menambah keindahan bangunan tradisional klasik khas Korea ini. Pada dua sisi di pintu masuk kuil terdapat patung-patung besar yang merepresentasikan empat raja/dewa langit dalam kepercayaan Buddha Korea (cheonwang), yaitu Jigukcheon yang membawa pedang, Damuncheon yang membawa kecapi, Gwangmokcheon yang membawa menara, dan Jeungjangcheon yang mengendarai naga. Di halaman bagian depan kuil ini terdapat sebuah lesung kayu tua yang berisi air jernih yang berasal dari pegunungan. Beberapa pengunjung tampak mencicipi air segar yang kabarnya berkhasiat. Terdapat 7 anak tangga untuk memasuki area kuil tersebut. Saelain itu terdapat ukiran kepala naga, naga tersebut dikenal dengan nama imoogi (naga laut tak bertanduk).

Cara Ke Gwongeumseong Fortress

Dari St Itaewon (Line 6) mengambil arah St Bonghwasan, kemudian tiva di St Sindang transit ke kereta line 2 trus, lalu turun St Gangbyeon (Line 2). Di seberang St Gangbyeon inilah Dong Seoul. Kemudian naik bus arah Sokcho. Tiba di terminal bus Sokcho, lanjut naik bus No. 7 or 7-1. Tiba di Taman Nasional Seoraksan naik Cable Car (Kereta Gantung).

Gwongeumseong Fortress

Rated 4.5/5
based on 100 reviews from tripadvisor
Gwongeumseong Fortress adalah warisan situs bersejarah yang asalnya dari reruntuhan kastil yang letaknya berada di Gunung Seoraksan.
Berlokasi di : Seorak-dong, Korea Selatan
  • Alamat : Korea Selatan, Gangwon-do, Sokcho-si, Seorak-dong, 설악산국립공원
  • Provinsi: Gangwon
  • Telepon: +82 33-636-7700

Gwongeumseong Fortress Map

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

HUBUNGI KAMI
VIA WHATSAPP
HUBUNGI KAMI
VIA TELEPON