Jeonju Hanok Village, Pesona Desa di Korea Yang Kaya Akan Tradisi

Jeonju Hanok Village, Pesona Desa di Korea yang Kaya Akan Tradisi

By

Jeonju Hanok Village, Pesona Desa di Korea Yang Kaya Akan Tradisi

Jeonju Hanok Village, Pesona Desa di Korea Yang Kaya Akan Tradisi
Pemandangan Jeonju Hanok Village

Korea Selatan memang cukup kaya akan tradisi. Sehingga Korea Selayan memang layak jika dijadikan alasan untuk berlibur sekaligus belajar oleh beberapa pelancong. Dan di Jeonju kita bisa lebih dekat mengenal kebudayaan asli yang sangat unik di Korea. Di sini kita akan merasakan langsung kehidupan tradisional ala Korea. Jeonju Hanok Village adalah desa di kota Jeonju, Korea Selatan. Hingga saat ini, Jeonju Hanok Village masih mempertahankan bentuk rumah tradisionalnya yang terdiri dari lebih dari 800 rumah tradisional Korea yang disebut ‘Hanok’. Lokasi desa ini berada di Distrik Gyo dan Distrik Pungnam. Hanok yang berada di lokasi ini dirawat dan dilestarikan oleh pemerintah kota dan daerah Jeolla Utara hingga menjadi obyek wisata yang terkenal.

Hanok Village menjadi tempat edukasi budaya Korsel bagi orang-orang lokal sendiri maupun wisatawan luar. Anak-anak sekolah sering berkunjung ke sini untuk belajar berbagai macam kebudayaan dan seni kerajinan tradisional Korea yang dibuat dengan tangan dan bisa dibawa pulang seperti anting-anting dan gelang. Begitu juga dengan pembuatan berbagai model keramik tradisional dari tanah liat. Ada juga fotokopi kertas menggunakan alat tradisional yang terbuat dari kayu (wood printing). Memasak masakan tradisional Korea dan pembuatan obat tradisional merupakan aktivitas lainnya yang dilakoni warga Hanok Village dan tamu bisa menontonnya.

Setiap orang yang berkunjung ke sini akan merasakan langsung budaya asli Korea di tengah hiruk pikuk budaya K-Pop yang sedang melanda muda-mudi negeri ginseng ini dan pesatnya perkembangan dunia modern dengan bangunan-bangunan megah berteknologi tinggi.

Jeonju Hanok Village Adalah Kampung Tradisional di Era Modern

Jika di Jepang yang penuh dengan dengan situs bersejarah dan berbagai rumah tradisionalnya adalah di Kyoto. Maka Korea Selatan pun juga punya Hanok Village, yaitu perkampungan kuno dengan ratusan rumah tradisional yang letaknya justru berada di jantung kota modern yaitu Jeonju. Pemandangan di Jeonju Village tentulah sangat berbeda. Meski tergolong perkampungan tradisional, tapi Jeonju memiliki transportasi modern, akses internet gratis di setiap tempat, taman dengan bunga warna-warni, dan kincir air tradisional yang sangat indah dan bersih.

Jeonju Hanok Village Adalah Kampung Tradisional di Era Modern
Jeonju Hanok Village

Di sini tersedia berbagai kuliner, souvenir, dan pakaian tradisional sewaan. Pengunjung bisa mengenakan pakaian tardisional Korea dan berfoto bersama pasukan penjaga pintu gerbang kerajaan. Pengunjung juga bisa tinggal (homestay) dengan penduduk di sini dan merasakan langsung berbagai aktivitas yang mereka lakukan.

Ada yang unik pada rumah tradisional Korea ini. Di setiap rumah terdapat sistem pemanas ruangan tradisional menggunakan ondol. Ondol merupakan tungku yang diletakkan di dapur atau ruangan luar rumah untuk mengalirkan panas ke lantai rumah yang terbuat dari papan. Kayu kering, jerami, atau batu bara biasanya dibakar untuk mengalirkan panas dari tungku ke rongga bawah lantai rumah.

Lantai kayu yang biasa digunakan untuk duduk, makan, dan tidur akan terasa hangat terutama pada musin dingin. Secara tradisi, kamar yang paling dekat dengan tungku adalah kamar orang tua atau tamu terhormat karena jika kamar jauh dari tungku, maka kehangatan lantainya akan berkurang. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan demi menghindari polusi, saat ini ondol yang banyak digunakan adalah yang ramah lingkungan. Lantai rumah dihubungkan dengan pemanas air atau listrik sehingga setiap lantai ruangan akan terasa sama hangatnya.

Rumah Hanok
Rumah Hanok

Sejarah Jeounju Hanok Village

Kota Jeonju telah memainkan peran kunci dalam sejarah panjang Korea. Kota ini pernah menjadi ibu kota Kerajaan Hubaekje, yang didirikan oleh Gyeon Hwon di tahun 900-an. Kota ini dianggap sebagai ibukota spiritual Dinasti Joseon karena keluarga kerajaan Yi berasal dari sana. Pada Dinasti Joseon, Jeonju memerintah daerah Jeolla-do bersama dengan Pulau Jeju, yang dianggap sebagai pusat pemerintahan. Inilah sebabnya mengapa kota ini disebut ‘tanah lebih dari 1000 tahun sejarah’.

Orang pertama kali menetap di daerah Jeonju lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Pada awalnya, orang tinggal di sekitar kaki gunung. Kemudian, di kerajaan Silla, orang-orang pindah ke tanah datar yang mengelilingi gunung. Orang-orang di Jeonju mulai membangun tembok pertahanan kota dan banyak desa secara alami terbentuk di sekitar kota. Desa-desa ini adalah awal dari desa Hanok saat ini. Setelah pembongkaran tembok kota Jeonju selama periode Kekaisaran Korea, daerah pemukiman di dalam tembok mulai berkembang di seluruh distrik Pungnam-dong dan Gyo-dong yang dipimpin oleh Yangban. Desa ini telah menjadi salah satu tempat wisata paling populer di Jeonju.

Panorama Jeonju Hanok Village

Ada Apa Saja di Jeonju?

  • Katedral Jeondong

Gereja Katolik Jeondong di Jeonju (Situs Bersejarah No. 288) selesai pada tahun 1914 dan dirancang oleh Priest Poinel, yang juga merancang Katedral Myeongdong yang terkenal di Seoul. Ini adalah struktur gaya barat terbesar dan tertua di provinsi Jeollanam-do dan Jeollabuk-do. Gereja dibangun di mana martir Katolik Korea pertama, Yun Ji-chung (1759-1791), meninggal. Ini adalah salah satu dari tiga Gereja Katolik Korea Selatan, termasuk Katedral Myeongdong di Seoul dan Gereja Katolik Gyesan di Daegu. Gaya arsitektur dari Jeondong Cathedral adalah campuran gaya Romanesque dan Bizantium dan dianggap sebagai salah satu bangunan terindah di Korea.

Katedral Jeondong
Katedral Jeondong
  • Omokdae

Terletak di sisi timur Hanok Village adalah tempat di mana Lee Seonggae, pendiri Dinasti Joseon, memberikan jamuan outdoor di Jeonju selama kemenangannya kembali ke Gaegyeong setelah kemenangan atas penjajah pesisir Jepang di Hwangsan Mt. Letaknya di ketinggian yang tinggi, menjadikannya tempat yang bagus untuk melihat pemandangan di sekitarnya. Banyak turis memulai perjalanan mereka di sini.

Omokdae di Jeonju
Omokdae
  • Jeonju Hyanggyo

Jeonju Hyanggyo adalah kuil dan sekolah Konfusius untuk siswa di Jeonju selama periode Dinasti Joseon. Ini pertama kali dibangun oleh Raja Gongmin pada tahun 1354, selama periode Dinasti Goryeo. Awalnya terletak di situs Kuil Gyeonggijeon di Jeonju; namun direlokasi dua kali setelah dua perang. Ruang utama di area kuil, Daeseongjeon (Aula Kuil Konfusian), terletak di depan, sedangkan ruang utama di area pengajaran, Myeongyundang (ruang kuliah), terletak di belakang. Ini adalah konfigurasi yang tidak biasa untuk hyanggyo. Secara keseluruhan, ada 99 kamar di Jeonju Hyanggyo. Ini adalah Harta Bersejarah Korea # 379.

Jeonju Hyanggyo
Jeonju Hyanggyo
  • Gyeonggijeon

Gyeonggijeon adalah aula tempat potret Lee Seonggae diabadikan. Dibangun pada 1410, pada tahun ke 10 pemerintahan Raja Taejong. Gyoenggijueon ditetapkan sebagai Landmark Sejarah Pribadi Korea # 339, sedangkan potret Lee Seonggae sendiri ditetapkan sebagai National Treasure # 317. Gyeonggijeon terletak di depan Desa Jeonju Hanok, itulah mengapa banyak turis datang untuk melihatnya lebih dulu. Gyeonggijeon dulunya lebih besar dari sekarang. Sisi barat Gyeonggijeon dan lampirannya dihancurkan untuk memberi ruang bagi sekolah dasar Jepang selama periode Kolonialisme Jepang . Bangunan yang tersisa adalah struktur sederhana yang menghubungkan satu set gerbang luar dan dalam.

Gyeonggijeon
Gyeonggijeon
  • Gerbang Pungnammun

Gerbang Pungnammun adalah gerbang selatan kastil yang melingkupi Jeonju selama Dinasti Joseon. Itu adalah satu-satunya gerbang yang tersisa setelah penghancuran kastil. Gerbang Pungnammun ditetapkan sebagai Harta Karun Nasional # 308 pada 21 Januari 1963. Jeonju adalah ibukota gubernur provinsi selama Dinasti Joseon, sehingga memiliki seperangkat benteng untuk menutup kota. Itu memiliki gerbang di semua 4 arah, tetapi semuanya dihancurkan pada tahun ke-30 pemerintahan Raja Seonjo (1597). [16] Setelah 3 tahun kerja perbaikan dimulai pada tahun 1978, Gerbang Pungnammun dipulihkan. Susunan kolom gerbang, terutama bagian yang terletak di lantai kedua, adalah gaya bangunan Korea yang sangat langka.

Gerbang Pungnammun
Gerbang Pungnammun
  • Pusat Hanji Tradisional (Kertas Korea)

Hanji tradisional (Kertas Korea) direproduksi dengan teknik produksi hanji di Pusat Hanji tradisional. Otentik hanji dibuat di sini, dan 80% produksi diekspor ke Jepang. Sisanya dijual di Korea. Pengunjung dapat berpartisipasi dalam berbagai program pembuatan kertas yang termasuk merancang pola untuk kertas.

Sewa Hanbok di Jeonju Hanok Village

Ingin merasakan jadi warga Korea saat tempo dulu? Bisa banget.. Dengan menyewa hanbok, kita sudah seperti orang korea. Apalagi jika ditambah dengan berkeliling di Jeonju Hanok Village sambil mengenakan hanbok. Cewek Korea tempo dulu banget deh. Enaknya di sini mudah ditemukan lokasi penyewaannya. Satu set pakaian lengkap dengan aksesorisnya, disewakan seharga Rp 200.000 untuk 2 jam.

Sewa Hanbok di Jeonju Hanok Village
Sewa Hanbok di Jeonju Hanok Village

Wisata Kuliner di Kota Budaya Jeonju

Sepanjang jalan di Jeonju Hanok Village dijual beragam makanan-makanan unik dan juga gedung-gedung bersejarah. Makanan yang dijual mulai dari makanan ringan sampai makanan berat, seperti gurita goreng tepung dengan bentuk gurita utuh yang ditusuk lidi, biskuit tambang, permen kapas yang sangat besar, mandu udang, macaroon isi es krim, es krim di dalam cone panjang sekitar 30 cm dan banyak lagi.

Wisata Kuliner di Kota Budaya Jeonju
Kuliner di Jeonju

Untuk pecinta kuliner, tempat ini akan menjadi tempat favorit, karena banyaknya jenis yang bisa dicicipi dengan harga yang tidak terlalu mahal berkisar 2.000 sampai 10.000 won (Rp 23-115 ribu). Tempat ini sangat ramai saat akhir pekan, jadi lebih baik mengunjunginya saat hari biasa karena kalau tidak kita akan terjebak dalam antrian yang panjang.

Video Jeonju Hanok Village

Beberapa Alasan Mengapa Harus Berkunjung ke Jeunju Hanok Village

  • Desa Yang Berisi Penuh Bangunan Tradisional Masyarakat Korea Selatan

Dahulu kala seluruh masyarakat korea selatan membuat bangunan dengan bentuk yang serupa. Ciri khas dari setiap bangunan di korea selatan menggunakan jenis bangunan seperti ini. Sehingga tidak heran jika bangunan yang bernama Hanok menjadi salah satu icon di korea selatan yang cukup populer. Bahkan kepopulerannya pada jaman dahulu membuat seluruh penduduk korea selatan menggunakan bangunan ini untuk membuat rumah tinggal maupun untuk membangun hampir semua jenis bangunan seperti perkantoran dan restoran menggunakan jenis bangunan hanok. Walaupun ada banyak hanok di Korea Selatan, namun yang paling istimewa adalah di Jeonju. Karena hampir seluruh bangunan yang ada di desa ini menggunakan model hanok.

  • Museum Desa Hanok

Keistimewaan dari Jeunju Hanok Village yang berikutnya adalah adanya museum yang digunakan untuk menyimpan benda-benda bersejarah dan juga karya seni yang memang dibuat pada zaman dahulu. Setiap karya seni baik itu kerajinan tangan maupun karya seni lainnya tersimpan di dalam sebuah museum yang berbentuk hanok. Tak hanya itu, barang-barang peninggalan bersejarah masyarakat Korea Selatan zaman dulu juga disimpan di museum ini. Disini kita juga bisa menemukan tokoh-tokoh penting yang berpengaruh pada desa ini juga sejarah kota Jeonju.

  • Transportasi Ke Jeonju

Ada shuttle bus yang disediakan khusus untuk siapa saja yang ingin bertandang ke Jeonju Hanok Village. Tak hanya berangkatnya saja, pulang pun ada shuttle bus khusus juga. Kabar baiknya transportasi ini disediakan secara gratis.

Transportasi Ke Jeonju
Shuttle Bus Menuju Jeonju Hanok Village
  • Bangunan Unik Di Jeonju Hanok Village

Tak hanya pemukiman warga, bangunan pelayanan publik seperti tempat parkir, gedung-gedung yang cukup tinggi, bahkan tempat ibadah juga mengusung konsep Hanok. Konsep seperti ini memang cukup dijaga dengan baik oleh warga sekitar. Tidak heran jika desa hanok ini memang menjadi yang terbaik yang bisa dikunjungi ketika ingin menikmati sensasi berada di permukiman tradisional ala korea selatan. Tidak jarang para wisatawan yang berkunjung ke desa hanok selalu ingin berkeliling untuk mengambil beberapa gambar untuk mengabadikan kenangan kunjungan ke desa hanok. Meskipun tempat ibadah yang ada di desa hanok ini dipakai untuk beribadah oleh warga sekitar tidak jarang juga tempat ibadah tersebut juga dipakai untuk sekedar berfoto saja.

Beberapa Alasan Mengapa Harus Berkunjung ke Jeunju Hanok Village

Berkeliling Jeonju Hanok Village memakan waktu yang cukup lama, namun kita akan cukup merasa lelah jika memutuskan untuk berjalan kaki berkeliling desa hanok. Setidaknya ada baiknya melihat peta yang disediakan oleh touirism information center yang ada di desa ini sebelum memutuskan untuk jalan kaki keliling desa hanok supaya tidak tersesat. Apabila hanya memiliki waktu hanya sehari, anda bisa berkeliling sekedar jalan-jalan sudah cukup untuk menikmati keunikan bangunan dan tradisi khas korea selatan. Akan tetapi, jika ingin bermalam disini, juga tak perlu khawatir. Karena kita bisa menemukan beberapa penginapan yang memang disediakan untuk para wisatawan. Dan dengan begitu, kita juga bisa mengenal untuk lebih memahami budaya di desa hanok dan mengenal lebih dekat desa hanok.

Cara Ke Jeonju Hanok Village

Menggunakan kereta, itx dan ktx dengan perkiraan waktu 2 jam sampai 3 setengah jam. Harga kereta api mulai 17.600 won sampai 32.900 won. Harga 1 won sekitar 11 rupiah sekarang. Sampai di Jeonju, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan naik bus lokal di depan stasiun kereta api dan turun di halte Jeonju Hanok Village.

Jeonju Hanok Village

Rated 4/5
based on 9483 reviews from Google Reviews
Jeonju Hanok Village adalah sebuah desa di kota Jeonju, Korea Selatan. Hingga saat ini, Jeonju Hanok Village masih mempertahankan bentuk rumah tradisionalnya yang terdiri dari lebih dari 800 rumah tradisional Korea yang disebut ‘Hanok’.
Berlokasi di : Jeollabuk-do, Korea Selatan
  • Alamat: 99 Girin-daero, Pungnamdong 3(sam)-ga, Wansan-gu, Jeonju, Jeollabuk-do, Korea Selatan
  • Provinsi: Jeolla Utara
  • Telepon: +82 63-282-1330

Maps Jeonju Hanok Village

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

HUBUNGI KAMI
VIA WHATSAPP
HUBUNGI KAMI
VIA TELEPON